20/Jul/2011 10:47
Jakarta, Strategydesk - Presiden Obama meneriman rencana pengurangan defisit $3,7 triliun yang diajukan grup bipartisan yang menggabungkan kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran.
Negosiasi soal batas utang mulai menemukan titik terang. Presiden Obama mendukung proposal pengurangan defisit sebagai imbalan menaikkan batas utang. Proposal itu menyebutkan pemerintah harus mengurangi pembelanjaan sekitar $111 miliar pada 2012 dan membatasi pengeluaran menjadi 19,9% PDB.
“Kita kini melihat potensi konsensus bipartisan,” kata Obama di Gedung Putih. Ia menyebut proposal yang diajukan “gang of six” itu sebagai langkah signifikan dalam negosiasi alot antara Republik dan Demokrat soal batas utang. Obama mengatakan keputusan itu bisa membuka jalan kenaikan batas utang sebelum ancaman default pada 2 Agustus.
Obama mengatakan pembicaraan anggota Kongres dari kedua kubu akan berlanjut di Gedung Putih minggu ini. Tapi, rancangan yang disebut “cut, cap and balance” itu hanya dianggap sebagai langkah simbolis karena kecil peluangnya lolos persetujuan Senat.
Seperti diketahui, Gedung Putih dan Kongres masih bernegosiasi soal menaikkan batas utang pemerintah. Para ekonom memperingatkan malapetaka ekonomi bila kesepakatan gagal dicapai dan negara sampai gagal bayar bulan depan.
Pemerintah AS sejak lama dalam kondisi lebih besar pasak dari pada tiang, artinya lebhi banyak pembelanjaan dari penerimaan. Karena itu, Paman Sam selalu membiayai defisit dengan pinjaman. Menaikkan pagu utang (debt limit), agar bisa membayar kreditor sekaligus membiayai kegiatan operasional, menjadi prosedur rutin.
Tapi, kini utang sudah mencapai anghka maksimal $14,3 triliun dan negosiasi untuk menaikkan pagu utang selalu menemui jalan buntu. Kubu Republik, yang kini mengendalikan Kongres, selalu mengancam tidak mau menyetujui kecuali pemerintah bersedia memangkas pembelanjaan. Di sisi lain, Gedung Putih, bersama dengan Demokrat, menyerukan kenaikan pajak.
Oleh: Nizar Hilmy - strategydesk.co.id




7/20/2011 11:27:00 AM
Rohadi
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar